Sengketa Lahan Krueng Itam, Para Pihak Saling Klaim Pemilik Sah

Sengketa Lahan Krueng Itam, Para Pihak Saling Klaim Pemilik SahBASRI ADI
Rapat Mediasi di Kantor Camat Tadu Raya

SEURAMOE SUKA MAKMUE – Muspika Tadu Raya memediasi pertemuan antara warga Krueng Itam dengan keluarga Ibrahim Pidie terkait sengketa lahan.

Pertemuan itu berlangsung diruang rapat Kantor Camat setempat, Senin (13/01/2020).

Dwi Hermato, warga Krueng Itam mengatakan bahwa puluhan hektare tanah milik warga dan desa telah digarap secara tidak sah oleh peruhaan perkebunan

“Kami punya bukti yaitu peta tanah yang dibuat tahun 1980. Sementara perusahaan memegang pata tahun 1990,” ungkap Dwi.

Dengan bukti itu tegas Dwi, seharusnya perusahaan tersebut wajib mengembalikan tanah milik warga.

Sementara Maijuni, mewakili Ibrahim Pidie (pemilik PT Fajar Baizury) juga mengklaim punya bukti kuat kalau tanah itu telah dibeli dari warga secara sah.

“Kami ada bukti kalau tanah itu sudah kami beli dan kami bayar pada tanggal 25 april 2018 lalu. Itu ada tanda tangan penjual dan saksi-saksi,” katanya.

Pihak Muspika mengharapkan kedua pihak menyelesaikan sengketa ini secara baik. (*)

Komentar

Loading...