Hukum

Pemilihan Tuha Peut Di Nagan Raya Dinilai Bermasalah?

Pemilihan Tuha Peut Di Nagan Raya Dinilai Bermasalah?SEURAMOE
Ilustrasi

SEURAMOE SUKA MAKMUE – Poses pemilihan Tuha Peut serentak di Kabupaten Nagan Raya dinilai sarat bermasalah. Selain dugaan penggunaan ijazah palsu ada juga Tuha Peut ditunjuk tampa proses pemelihan.

Informasi diterima Seuramoeaceh.com menyebutkan, salah satu Gampong di Nagan Raya proses penetapan Tuha Peut tidak memalui pemilihan terbuka dan demokrarif, tapi ditunjuk.

“Proses pemilihan pemilihan Tuha Peut dipending (tunda), tapi nama Tuha Peut sudah ditetapkan dan diajukan ke Kecamatan,” ungkap sumber Seuramoeaceh.com.

Selain itu, juga berkembang isu bahwa adak oknum menggunakan ijazah palsu saat mendaftara diri sebagai calon Tuha Peut. “Ada oknum menggunakan ijazah palsu saat mendaftar,” sebut sumber layak dopercaya.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Pemerintahan Sekdakab Nagan Raya, Adnan menegaskan bahwa bahwa pemilihan Tuha Peut harus dilakukan secara terbuka, demokrasi dan sesuai ketentuan.

"Pemilihan Tuha Peut harus terbuka dan demokrasi. Tidak boleh ditunjuk. Itu menyalahi aturan sebagai tindakan pidana,” kata Adnan saat ditemui Seuramoeaceh.com diruang karjanya.

Ia juga menjelaskan, ijazah sebagai salah satu syarat bagi warga yang mendaftar sebagai calon Tuha Peut, itu harus asli. Keaslian itu dibuktikan dengan legestrasi dinas terkait.

"Menggunakan ijazah palsu itu tindakan pidana kerena melanggar Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman 6 tahun penjara,” jelas Adnan.

Sementara Ketua Komisi I DPRK Nagan Raya, Hasan Mashuri mengingatkan semua pihak untuk tidak mengarahkan panitia pemilihan Tuha Peut untuk melanggar aturan dan ketentuan.

"Kita tegaskan, para pihak tidak boleh melindungi atau melegalkan pihak panitia pemilihan Tuha Peut untuk melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Mashuri kepada Seuramoeaceh.com.

Misalnya, jelas Mashuri. “Memilih Tuha Peut tanpa melewati tahapan mulai kelengkapan administrasi hinga proses pemilihan secara demokrasi," demikian ujar Hasan Mashuri. (*)

Komentar

Loading...