Mediasi Konflik Pedagang Ikan, Dua Pemda Adakan Pertemuan di Subulussalam

Mediasi Konflik Pedagang Ikan, Dua Pemda Adakan Pertemuan di Subulussalam
Pertemuan Pemkot Subulussalam dengan Pemkab Aceh Selatan membahas konflik pedagang ikan antara dua daerah bertetangga. |Foto: SURAMOE/RINTO BERUTU

SEURAMOE SUBULUSSALAM- Pemerintah Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Selatan, Senin (29/07/2019) melakukan pertemuan untuk meredakan konflik antar pedagang ikan dari dua daerah bertetangga itu.

Mediasi dilakukan Pemko
Subulussalam dengan mengundang unsur Pemkab Kabupaten Aceh Selatan itu berlangsung
di ruang rapat kantor Wali Kota Subulussalam.

Wali Kota Subulussalam H
Affan Alfian Bintang SE didampingi Wakil Wali Kota Salmaza MAP, mengatakan bahwa
Aceh Selatan adalah nenek dari Pemko Subulussalam atas pemekaran dari Kabupaten
Aceh Singkil yang juga mekar dari Aceh Selatan.

"Kejadian seperti ini
cukup terakhir dan tidak perlu berulang dikemudian hari. Kita bersaudara, saya
juga pedagang dan lama berniaga ke Aceh Selatan tidak pernah ada masalah karena
memang kita bersaudara," ungkap Affan.

Sementara itu, Tengku
Amran, Wakil Bupati Aceh Selatan menyampaikan hal yang sama. Menurutnya kendala
memicu konflik antar pedagang ikan hanya kerena selisih faham dan tidak perlu
diperpanjang. 

"Kami berharap Pemko
Subulussalam dapat memberi tempat kepada warga kami untuk berjualan. Kami
ingatkan juga kepada pedagang dari Aceh Selatan agar selalu menjaga kebersihan
dan kenyamanan masyarakat selama berdagang sesuai peraturan yang berlaku,"
tegas Amran.

Mediasi berlangsung hingga
ba'da zuhur dan dilanjutkan kembali selesai shalat untuk meninjau tempat
pedagang dari Aceh Selatan. (Rinto Berutu)

Komentar

Loading...