Media Sosial Ibarat Dua Mata Pisau

Media Sosial Ibarat Dua Mata Pisau
Media Sosial Ibarat Dua Mata Pisau. FOTO : eramadani.com

SEURAMOE BANDA ACEH Perkembangan media sosial di Indonesia sangat begitu cepat. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet.

Menariknya, berdasarkan data dari Global Web Index, yang dikutip seuramoeaceh.com,Jum'at (28/5/2021) menyebutkan, hampir semua media sosial dimiliki oleh pengguna internet di Tanah air tidak terkecuali bagi remaja yang baru usia 13-15 tahun.

Pada prinsipnya Penggunaan media sosial ini ibarat seperti dua mata pisau. Bisa menguntungkan dengan beragam informasi bahkan juga sebaliknya.

Terkadang, pengguna internet dengan rentang usia itu, terlalu blak-blakan memberikan informasi mengenai diri sendiri. 

Berkaca pada kejadian Aceh Besar baru-baru ini akibat dari polos pengguna medsos sehingga seseorang harus menjadi korban pemerkosaan.hal itu bisa jadi belum tahunya aturan-aturan bergaul di ranah media sosial.

Selain itu, banyak kasus terjadi yang bermula dari media sosial, mulai dari pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, pencemaran nama baik, penghinaan, dan lain sebagainya.

Bisa ditebak, kehidupan di media sosial dengan kehidupan nyata, tak ada yang berbeda, namun tetap wasapada terhadap semua orang menjadi kuncinya.

Jika ditilik dari ragam maamfaat medsos juga tidak sedikit, bayangkan dengan medsos orang bisa meraup rupiah dengan nilai taksedikit.

Begitu juga kehidupan sosial bisa terbantu lantaran kebijakan netizem bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam mengadvokasi orang-orang miskin yang terkesan terabaikan.

Begitupun, kejadian yang mengharukan juga menyelimuti Media sosial, betapatidak terkadang belasan tahun tidak jumpa dengan keluarganya namun bisa juga dipertemukan melalui media sosial. Tentu masih banyak perkembangan medsos yang konstruktif di negeri ini.

Untuk itu bijaklah bermedia sosial, dan tetap wapada sehingga media sosial menjadi energi postif bagi para netizem ditanah air. (*)

Halaman12
Sumber:merdeka.com

Komentar

Loading...