Koorda ICMI Nagan Kritisi Rendahnya Serapan APBA 2018

SEURAMO SUKA MAKMUE –Terkait rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2018, mendapat sorotan tajam dari kalangan masyarakat. Salah satunya dari Ketua ICMI Nagan Raya.

Ketua Koorda Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Teuku Mursalin, SH, M.Kn mengaku kecewa terhadap menimnya serapan anggaran APBA 2018 oleh pemerintah Aceh.

“Kita sangat kecewa atas minimnya serapan anggaran sehingga ratusan fisik proyek berpotensi terhenti pengerjaannya,” kata Teuku Mursalin kepada Seuramoe Sabtu (13/10/2018)

Menurut Teuku Mursalin, hingga kini anggaran baru terserab sekitar 45 persen dari total anggaran Rp 15,084 Triliun. Artinya masih ada 833 proyek fisik tersisa. Itu sangat merugikan daerah karena Silpa (sisa anggaran) terlalu besar.

“Menyedihkan sekali. Keterlambatan penyerapan anggaran melalui pengerjaan proyek, jelas-jelas merugikan daerah dan masyarakat,” tegas Caleg DPRA dari PKS itu.

Belum maksimalnya pelaksanaan proyek fisik tahun anggaran 2018, menurut mantan pengacara itu, selain rendahnya kinerja SKPA, juga karena sinergisitas antara eksikutif dengan legislatif selaku lembaga pengawas kinerja pemerintahan Aceh, belum terbangun dengan baik.

“Ini terjadi ada kaitan dengan ketidak sinkronan antara eksekutif dengan legislatif pada saat penetapan APBA yang tidak sesuai dengan ketentuan tahun anggaran berjalan,” ungkap Teuku Mursalin.

Karena itu, tambah Teuku Mursalin, kedepan koordinasi dan interaksi antara eksikutif dengan legislatif harus dibangun agar peristiwa serupa tidak terulang. (*)

Rubrik:Nagan Raya

Komentar

Loading...