Komplotan Illegal Logging, Dibekuk Tim Polres Aceh Timur

Komplotan Illegal Logging, Dibekuk Tim Polres Aceh Timur
|Foto: Ist

SEURAMOE IDI – Lima pria diduka pelaku illegal lagging ditangkap Tim Reskrim Polres Aceh Timur. Mereka semua adalah pekerja. Sementara cukong atau pemodal berinisial “N” kini menjadi buruan pihak kepolisian.

Hal itu disampikan oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Wahyu Kuncoro, dalam Konferensi pers Jumat (19/10/2018). Dalam Konpesr itu Kapolres didapingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo.

Kapolres menjelaskan, dalam penangkapan itu, polisis mengamanakan barang bukti berupa 84 batang kayu olahan jenis damar seberat 10.45 ton dan empat unit boat mesin.

Di tambahkan, penangkapan itu sebagai tindak-lanjut dari informasi yang menyebut adanya aktivitas illegal logging di Kecamatan Simpang Jernih.

Informasi itu langsung ditinjak lanjuti dengan menurunkan personil ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di TKP, polisi mendapatkan empat boat mesin yang sedang menarik kayu.

“Pada awalnya boat itu ingin melarikan diri tapi kita kejar dan berhasil diamankan di sungai Aceh Tamiang, tepatnya di Gampong Sekrak Kanan, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang,” jelas Kapolres

Terhadap para pelaku illegal lagging ini, akan dijerat Pasal 12 Huruf a,b,c,d, dan e, Jo Pasal 82 Ayat (1) Sub Pasal 83 Ayat (1) Huruf a, dan b, dari UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Kelima pelaku terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 15 Miliar,”  pungkas Kapolres. (*)

IG/Tbn

Komentar

Loading...