Keuchik Ini Ditetapkan Tersangka Setelah Palsukan Tanda Tangan Anggota Tuha Peut

Keuchik Ini Ditetapkan Tersangka Setelah Palsukan Tanda Tangan Anggota Tuha Peut
Ilustrasi

SEURAMOE LHOKSUKON – Seorang Keuchik atau kepala desa di Kabupaten Aceh Utara ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres setempat.

Informasi yang diperoleh Seuramoe, Keuchik Gampong Glumpang VII, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, berinisial US ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan tanda tangan berita acara persetujuan perencanaan dan perbaikan rancangan qanun APBG 2017 lalu.

“Hari ini sudah kita keluarkan surat perintah penahanan untuk tersangka.” Jelas Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian melalui Kasat Reskrim Iptu Kholidiansyah, seperti yang dilansir Tribrata Polres Aceh Utara. Kamis (25/10/2018)

Menurutnya, Keuchik tersebut memalsukan tanda tangan anggota Tuha Peut Gampong Glumpang VII, atas nama M Yakob.

Ia menjelaskan jika pemalsuan tanda tangan itu dilakukan karena setiap kepala desa yang ingin mengajukan perencanaan pencairan dana desa harus membuat rancangan qanun.

“Dan berita acara itu harus disetujui oleh anggota Tuha Peut. Namun. Tersangka malah melakukan pemalsuan tanda tangan tersebut, dan tidak meminta izin kepada M Yakob (korban pemalsuan tanda tangan)” Tambahnya.

“Laporan itu masuk ke kita pada Juni 2018 lalu, adapun barang bukti yang kita amankan berupa berita acara rancangan perbaikan qanun APBG 2017. barang bukti tersebut juga sudah kita periksa ke labolatorium forensik (Labfor) dan hasilnya non-indentik,” ungkap Kasat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.(*)

Rubrik:Nanggroe

Komentar

Loading...