Kasus Dugaan Aparat Desa Pukul Warga, Bergulir ke Ranah Hukum

Kasus Dugaan Aparat Desa Pukul Warga, Bergulir ke Ranah Hukum
Rahmad Edi Saputra korban pemukulan yang diduga dilakukan apara desa bersama ibunya Farida |Foto: IST

SEURAMOE SUKA MAKMUE – Kasus dugaan penganiayaan warga yang diduga dilakukan oleh oknum aparat Desa Bumi Sari, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, bergulir ke jalur hukum.

Keluarga korban yang tak terima anaknya dianiaya tampa sebab, melaporkan pelaku ke Polsek Beutong dengan tuduhan melakukan pemukulan.

Anggota DPRK Nagan Raya Teuku Cut Man, SE, membenarkan kasus pemukulan itu. Menurut Cut Man, ia bersama satu anggota DPRK lain, Kamis (11/10/2018) telah menjengut korban dirumahnya.

“Menurut Faridah, ibu korban, kasus pemukulan anaknya telah dilaporkan kepihak kepolisian untuk diproses secara hukum,” kata Cut Man, kepada Seuramoe Sabtu (13/10/2018).

Terkait insiden pemukulan tersebut, politisi PNA itu mengaku sangat menyesalkan terjadi aksi main hakim sendri, apa lagi diduga melibatkan aparat Gampong yang sejatinya melindungi setiap warganya.

“Kedepan, kita berharap kasus semacam ini tidak boleh lagi terjadi. Semua persoalan bila tidak bisa diselesaiakan secara kekeluargaan, harus meluai jalur hukum dan tidak boleh main hakim sendiri,” tegas Cut Man,

Sebagai pengingat, kasus ini terjadi Kamis (11/10/2018) lalu. Korban bernama Rahmad Edi Saputra (18) dicegak oleh pelaku berinisial “J” saat ia akan membeli rukok. Pelaku bertanya apakah korban ikut menganiayaan Pj. Keuchik.

Belum sempat menjawab, pelaku langsung memukul korban. Akibat dari pemukulan itu, Rahmad mengalami luka di bagian bibir serta bengkak rahang kanan dan kiri.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban langsung melaporkan kasus pemukulan itu ke pihak kepolisian. “Saya berharap pelaku segara ditangkap dan diproses secara hukum,” kata Faridah, ibu korban kepada anggota DPRK dan awak media.

Kapolres Nagan Raya AKBP Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto melalui Kapolsek Beutong Ipda Ramlan saat dikonfirmasi wartawan Kamis (11/10) membenarkan terlah menerima laporan kasus pemukulan tersebut.

“Benar kita telah menerima laporan. Untuk proses selanjutnya, kita menunggu hasil visum setelah itu akan memanggil saksi dan pelaku,’’ kata Ipda Ramlan. (*)

Rubrik:Nagan Raya

Komentar

Loading...