Jauh dari Kota, Masjid Tua Nurul Huda Memprihatinkan dan Butuh Uluran Dermawan

Jauh dari Kota, Masjid Tua Nurul Huda Memprihatinkan dan Butuh Uluran Dermawan
Masjid Nurul Huda, Lubuklinggau, memprihatinkan [Renaldi/Suara.com]

“Guna mencari tempat yang aman akhirnya masyarakat banyak yang pindah, dan sekarang jumlah Masyarakat yang tinggal disini sudah tinggal 10 KK saja dari sebelumnya 80 KK,”ujarnya.

Karena Masyarakat sudah banyak pindah, menyebabkan Masjid Nurul Huda mulai tak terawat namun masih aktif, karena yang menggunakan masjid tidak banyak orang, Masjid ini sendiri kurang mendapatkan perhatian infaq.

Kini, sambung dia, bisa dilihat sendiri kondisi masjid yang sangat memprihatikan, Kubah masjid tambah rusak, dinding sudah mulai rapuh dimakan usia, selain itu banyak yang terkelupas.

“Ambal sajadah mulai rusak, mimbarnya dak terawat, selain itu tidak ada lampu penerangan, amplifier dan toa sudah rusak,”terang dia.

Terus Karena masyarakat sedikit, masjid paling digunakan untuk sholat fardhu, dan alhamdulillah Shalat tarawih dan Idul Fitri kemarin juga bisa digunakan.

Untuk fasilitasnya, bisa dilihat sendiri tidak ada fasilitas, saat ini fasilitas sedang diusahakan pembaikan amplifier dan membeli Baterai Aki.

Disini sangat dibutuhkan pengeras suara dan penerangan minimal lampu tenaga surya, ya, kalau memang ada donatur tolong diulurkan masyarakat muslim disini, karena masyarakat disini termasuk masyarakat yang terisolasi.

“Jalan bisa dilihat sendiri rusak parah dan untuk kegiatan ibadah minim fasilitasnya tidak ada, tolong ada perhatian dari donatur, karena ini berada di Kota Lubuklinggau,”ujar dia.

Jadi terang dia, masjid ini sangat butuh penerangan dan pengeras suara, jadi orang disini bisa melaksanakan sholat magrib ada penerangan. Sekarang ini guna penerangan dia rela membeli lampu tenaga surya memesan di online dengan harga Rp 50 ribu.

“Karena tidak ada donatur,”tutupnya.(*)

Sumber:suara.com

Komentar

Loading...