Jauh dari Kota, Masjid Tua Nurul Huda Memprihatinkan dan Butuh Uluran Dermawan

Jauh dari Kota, Masjid Tua Nurul Huda Memprihatinkan dan Butuh Uluran Dermawan
Masjid Nurul Huda, Lubuklinggau, memprihatinkan [Renaldi/Suara.com]

Selain itu masjid itu juga tidak memiliki pengeras suara, dikarenakan amplifier dan toa rusak.

Seorang pengurus masjid Tua Miswanto atau disapa Pak Jaong (59) menceritakan, kalau masjid ini awal mulanya adalah Musholah, pada tahun 1980. Pada masa itu penduduk di sekitar masjid masih berjumlah 80 Kartu Keluarga (KK) sehingga warga berinisiatif merubahhya menjadi masjid.

“Warga bersama-sama bergotong royong membangun masjid, membawa material batu bata, pasir dengan jarak setengah kilometer, dan untuk pondasi warga mengambil batu dari sungai,”kata Pak Jaong.

Terus dengan peralatan seadanya, dan bantuan warga sekitar, satu bulan masjid bernama Nurul Huda berdiri dengan ukuran panjang 8 meter dan lebar 8 meter, sudah bisa digunakan untuk beribadah.

Kemudian terang dia, satu persatu penduduk yang tinggal di Blok Selikur Dusun Trijaya mulai meninggalkan dusun dan lebih memilih tinggal di pusat Kota Lubuklinggau.

Mereka meninggalkan Dusun Trijaya, karena mayoritas warganya adalah orang Jawa, sehingga mereka merasa terancam dan takut tinggal di Dusun Trijaya karena sering terjadi kriminilatas saat itu.

Sumber:suara.com

Komentar

Loading...