Inspektorat Akan Tindak Lanjut Temuan Dugaan Proyek Fiktif

Inspektorat Akan Tindak Lanjut Temuan Dugaan Proyek Fiktif
Kepala Inspektorat Nagan Raya Khairul Akbar S.Pd |Foto:SEuramoe/Firdaus NB

SEURAMOE SUKA MAKMUE – Inspektorat Nagan Raya akan menindak-lanjuti temuan dugaan adanya proyek fiktif dalam penggunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

Beberapa waktu lalu, Inspektorat menurunkan tim untuk memeriksa penggunaan DD dan ADD. Dalam pemeriksaan itu, tim menemukan beberapa indikasi dugaan penyelewengan.

Salah satunya ditemukan dugaan proyek fiktif dalam mata anggaran pembangunan Tempat Pendidikan Al Quran (TPA) Inti dibeberapa desa.

Kepala Inspektorat Nagan Raya, Khairul Akbar S.Pd, yang dihubungi Seuramoe Senin (22/10/2018) membenarkan  menemukan sejumlah proyek fiktif dalam penggunaan dana desa.

“Benar, tim kami menemukan beberapa indikasi dugaan penyelewengan termasuk dugaan adanya proyek fiktif,” jelas Kharul.

Tapi tambah Khairul, tidak semua desa ditemukan proyek fiktif, hanya beberapa. Proyek fiktif itu rata-rata derjadi pada mata anggaran pembangunan dan biaya operasional TPA Inti.

Ditanya apakah proyek-proyek fiktif itu akan diproses secara hukum, “Iya, semua dugaan proyek fiktif akan kita proses secara hukum,” tegas Kharul.

Karena itu, ia mengingatkan Keuchik agar dalam pengelolaan dana desa mulai dari perencanaa hingga pelaksanaan harus dijalankan sesuai ketentuan dan tidak boleh ada proyek fiktif.

Iapun mengingat para Keuchik untuk berhati-hati dalam penggelolaan dana desa , karena mulai tahun 2019, Inspektorat akan mengaudit.

“Mulai tahun 2019, semua desa akan diperiksa dalam penggunaan dana desa. Bila ditemukan ada penyelewengan akan ditindak,” pungkas Khairul. (*)

Tim Liputan

Komentar

Loading...