Ini Respon Pemuda Dewan Dakwah Terkait Pengadaan Pin Emas Anggota Dewan

Ini Respon Pemuda Dewan Dakwah Terkait Pengadaan Pin Emas Anggota Dewan
Ketua PDDA Banda Aceh, Maulida Ariandy S. |Foto: Dok Pribadi

“Bila dana untuk pengadaan Pin Emas dialokasikan untuk pembinaan pemuda, modal usaha bagi masyarakat dan menyantuni anak yatim piatu putus sekolah, itu lebih bermanfaat,”

SEURAMOE BANDA ACEH -  Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA) mengecam keras pemberian Pin Emas kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024. 

Ketua Pemuda Dewan Dakwah (PDDA) Banda Aceh Maulida Ariandy S  mengatakan, pemberian Pin Emas dengan mengguras dana APBA 2019 mencapai Rp 582.090.300 merupakan bentuk pemborosan.

“Anggaran sebesar itu lebih baik digunakan untuk hal-hal lebih bermanfaat seperti peningkatan program pelayanan masyarakat dan itu dirasakan langsung oleh warga,” kata Maulida, Jumat (08/11/2019)

Menurut Maulida, Pin Emas bukan kebutuhan mendesak. Terpenting adalah bagaimana sebagai anggota dewan bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingan rakyat.

“Bila dana untuk pengadaan Pin Emas dialokasikan untuk pembinaan pemuda, modal usaha bagi masyarakat dan menyantuni anak yatim piatu putus sekolah, itu lebih bermanfaat,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mejelaskan, sebanyak 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024 akan mendapat pin emas (emblem lambang Aceh) seberat 6,6 gram atau setara dua mayam emas 22 karat sebagai tanda pengenal anggota dewan.(*)

Komentar

Loading...