Gelapkan Uang, Kepala Desa Ini Ditangkap Polisi

Gelapkan Uang, Kepala Desa Ini Ditangkap Polisi
Ilustrasi

SEURAMOE JATENG - Aparat Kepolisian menangkap Subari (54), Kepala Desa (Keuchik-red) Wangandawa, Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah karena dilaporkan menggelapkan uang Rp 521.028.190 yang seharus menjadi kas desa.

Uang itu berasal dari kompensasi Galian C untuk urug pembangunan jalan tol. Dana tersebut merupakan penerimaan sah kas desa berupa sewa jalan, pembayaran tanah jalan desa, serta kompensasi Galian C dari PT SMJ.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, penerimaan uang tidak dimasukkan dalam APBDes oleh Subari.

Selain itu, pengelolaan keuangan desa juga tidak berdasarkan Permendagri No 113 Tahun 2014 pasal 1 (4) serta Peraturan Bupati Pekalongan No 5 Tahun 2015 jo No 66 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

"Ini kasus dimulai sejak tahun 2016 hingga tahun 2017. Modus operandi adanya penerimaan uang yang pengelolaannya tidak sesuai aturan," kata Wawan, Kamis (25/10/2018).

Di hadapan polisi, tersangka Subari mengakui memang tidak semuanya disetorkan ke rekening kas desa dan kegiatan desa.

Dari total pendapatan pemasukan desa sebesar Rp 684.748.690 tersebut, dimasukkan ke rekening desa Rp 42.827.500 dan sebagian digunakan untuk kepentingan desa Rp 120.793.000.

"Saya lupa Pak, uangnya dikemanakan saja sampai Rp 500 juta itu," aku Subari.

Subari akan dijerat pelanggaran Pasal 2 atau 3 atau Pasal 8 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Dari perbuatannya, tersangka terancam dengan hukuman 20 tahun penjara," lanjut Kapolres.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gelapkan Uang Kompensasi Galian C, Kades Ditangkap Polisi,"

Komentar

Loading...