FL2MI Aceh: Pemberian Izin PT EMM Sama Dengan Merampas Hak Aceh

FL2MI Aceh: Pemberian Izin PT EMM Sama Dengan Merampas Hak Aceh
Ilustrasi Seuramoe | Foto Internet

SEURAMOE BANDA ACEH - Forum lembaga legislatif mahasiswa Indonesia (FL2MI) Wilayah Aceh menolak atas kehadiran PT EMM dikawasan Beutong Ateuh, Nagan Raya dan Peungasing, Aceh Tengah.

Hal tersebut disampaikan Koordinator FL2MI Aceh Maimun Ramli dalam rilis yang diterima Seuramoe, Jumat (12/10/2018).

Tidak hanya itu saja, forum organisasi lembaga legislative tersebut juga mengecam keputusan kementerian ESDM yang telah memberikan izin pertambangan kepada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut.

“Dengan ini kami menyatakan sikap mengecam dan menolak atas keputusan menteri ESDM terhadap perizinan tambang PT EMM di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya dan Peugasing, Cilala, Aceh Tengah,” Terangnya dalam rilis yang diterima Seuramoe.

“Maka dari itu kami juga mendesak kepada Menteri ESDM segera mencabut izin Tambang PT EMM, apabila hal ini tidak di indahkan maka akan berdampak lebih besar lagi permasalahan yang ada di kawasan tersebut hingga menyebabkan timbulnya konflik yang berkepanjangan antara masyarakat dan perusahaan tersebut,” Tambahn Maimun.

Ia juga mengatakan jika saat ini masyarakat sendiri juga telah menyatakan sikap atas penolakan tambang PT EMM melalui pernyataan yang dituangkan dalam sebuah petisi. Tidak hanya itu, berbagai upaya lain yg sudah dilakukan oleh masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dan Aceh Tengah hingga saat ini juga dinilai belum mendapatkan respon dari kementeran ESDM.

“Sampai hari ini menteri ESDM Belum menanggapi dengan serius dan mengindahkan tuntutan masyarakat,” Tuturnya.

“Kami juga kecewa atas sikap pemerintah pusat maupun daerah yang berdiam diri kaku tidak memberi kritikan, teguran dan sanksi yang tegas kepada menteri ESDM atas tindakan memberikan izin tambang PT EMM,” Ungkapnya

“Itu adalah tindakan penyalahgunaan kewenangan karna keputusan tersebut telah melanggar aturan pemerintahan Aceh dan merampas Hak nya masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dan Aceh Tengah,” Tutupnya.(*)

(SRM/Rel)

Rubrik:Banda Aceh

Komentar

Loading...