D-III Akafarmasi di Tolak, Anggota Dewan Jumpai Kepala BKN

D-III Akafarmasi di Tolak, Anggota Dewan Jumpai Kepala BKN
|Foto: Ist

SEURAMOE SUKA MAKMUE - Tiga anggota DPRK Nagan Raya Jumat (26/10/2018) berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Aceh terkait ditolaknya peserta CPNS lulusan Diploma III (D-III) Akafarmasi di Nagan Raya.

Menurut Teuku Cut Man SE, tujuan anggota DPRK Nagan Raya menjumpai Kepala BKN Aceh untuk memastikan apa betul D-III Akafarmasi tidak setara dengan D-III Farmasi sehingga mereka tidak di perbolehkan mengikuti seleksi CPNS.

“Kita cuma ingin memastikan ketentuan boleh apa tidak. Ini penting agar hak-hak masyarakat tidak terzhalaimi,” kata Cut Man kepada Seuramoe Jumat malam (26/10/2018)

Cut Man menambahkan, jawaban dari Kepala BKN Aceh, boleh tidaknya lulusan D-III Akafarmasi ikut CPNS, keputusannya ada pada pemerintah daerah masing masing.

Atas jawaban itu, Cut Man mengaku kecewa dengan keputusan Panitia CPNS Nagan Raya yang menolak lulusan D-III Akafarmasi hingga mereka gagal mengikuti seleksi CPNS.

"Banyak lulusan D-III Akafarmasi telah menjadi PNS di Meulaboh ada, di Banda Aceh juga ada pegawai lulusan Diploma III Akafarmasi," terang Cut Man.

Sebagai mana diberitakan Seuramoe sebelumnya, sejumlah peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengadu ke DPRK karena mereka ditolak mengikuti seleksi CPNS.

Penolakan itu karena mereka menggunakan ijazah D-III Akafarmasi bukan D-III Farmasi. Padahal menurut mereka D-III Akafamarsi itu setara dengan D-III Farmasi dan mempunyai kopetensi sama sebagai Asisten Opotiker.

“Itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2017 tentang ketentuan umum pada Pasal 1,” ungkap Nur Atikah salah seorang peserta kepada Seuramoe Kamis (25/10/2018) di Kantin DPRK Nagan Raya.

Atikah dan teman-teman mendatangi DPRK untuk menjumpai anggota dewan meminta memfasilitasi agar Bupati Nagan Raya atau pihak terkait bisa memberi kesempatan mereka mengikuti test seleksi CPNS. (*)

Rubrik:Nagan Raya

Komentar

Loading...