Anggota DPRK Nagan Raya Minta Pemkab Tindak PT BSP

Anggota DPRK Nagan Raya Minta Pemkab Tindak PT BSP
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nanggroe Aceh (DPW-PNA) Nagan Raya Teuku Cut Man SE |Foto: IST

SEURAMOE SUKA MAKMUE – Dampak pembuangan limbah ke sungai oleh PT Beurata Subur Persada, kini mulai dirasakan oleh masyarakat di kawasan Dasar Aliran Sungai (DAS) Krueng Trang, seperti warga desa Babah Dua, Lawa Batu dan desa Jokja.

Anggota DPRK Nagan Raya, Teuku Cut Man SE, telah turun langsung ke desa Lawa Batu dan Jokja ketika banjir. Cut Man mengaku merasa gatal-gatal terkena air luapan Krueng Trang. Sebelumnya ia juga telah  melihat limbah yang dibuang PT BSP dibawah jembatan Krueng Trang.

Vokalis parlemen itu mengingatkan PT BSP untuk bertanggung-jawab atas perubahan kondisi air sungai. Karena sungai Krueng Trang selain menjadi sumber air warga dimusim kemarau, juga sering digunakan warga tempat mencari ikan dan kerang sebagai sumber kehidupan.

Kepada Pemkab Nagan Raya Cut Man meminta untuk memberi tindakan tegas kepada PT BSP yang dengan senagaj membuang limbah industri berbahaya secara sembaranga dan mencemarkan lingkungan.

“Sebagai anggota DPR, saya meminta Pemkab Nagan Raya menindak PT BSP atas dugaan pencemaran lingkungan,” harap mantan Wapang dan Jubir GAM Meulaboh Raya.

Limbah cair industri tambah Cut Man, masuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Bercun Berbahaya). Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU Nomor 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) mewajibkan melestarikan lingkungan dan mencegah pencemaran atau kerusakan lingkungan.

“Dengan membuang limbah berbahaya langsung ke sungai Krueng Trang, PT BSP patut diduga telah melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH,” pungkas Cut Man. (*)

Rubrik:Nagan Raya

Komentar

Loading...