204 Orang Ikuti Tes Calon Tenaga Penyuluh Agama non-PNS di Kemenag Abdya

204 Orang Ikuti Tes Calon Tenaga Penyuluh Agama non-PNS di Kemenag Abdya|Foto: JULIDA FISMA
KTU Kamenang Abdya, Tajri saat diwawancara Seuramoeaceh.com, Minggu 08-12-2019

SEURAMOE BLANGPIDIE - Sebanyak 204 orang peserta Calon Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti ujian tulis dan lisan, Minggu, (08/12/2019).

Kepala Kemenag Abdya, Dr. H Iqbal Muhammad, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Tajri kepada Seuramoeaceh.com menyebutkan, penerimaan calon penyuluh Non PNS di Kementerian Agama dilaksanak seluruh indonesia secara serentak termasuk Kemenag Abdya.

"Kalau kita lihat kuantitasnya, para pelamar saat ini tergolong banyak jika dibandingkan dengan perekrutan sebelumnya," tuturnya.

Pria yang akrap disapa ampon Tajri ini menuturkan, ada 204 orang yang mendaftar dari jumlah yang diterima sebanyak 75 orang.

"Yang mendaftar 204 orang dan yang mengikuti tes hari ini 190 orang, artinya, ada 14 yang tidak hadir dalam tes tulis dan lisan," ujar Tajri.

Dikatakan Tajri, para peserta tes penyuluh akan diuji kemampuan baik secara tulisan maupun lisan.

"Secara tulisan peserta akan mengisi soal yang telah disediakan, untuk tes lisan lebih kepada pengetahuan umum dan praktek ibadah," rincinya.

Tajri menjelaskan, bagi para peserta calon penyuluh non-PNS yang dinyatakan lulus, akan ditempatkan di masing-masing Kecamatan.

"Peserta yang lulus akan di tempatkan dimasing-masing kecamatan dengan forsi 8 orang per kecamatan," imbuhnya.

Dia berharap agar para peserta mengikuti tes secara maksimal dengan memamfaatkan waktu yang telah tersedia.

"Hasilnya, Insya Allah akan kita umumkan dalam bulan Desember 2019," jelas Tajri. 

Terpisah salah seorang peserta tes, Nurul 'Ala dari Kecamatan Lembah Sabil mengaku sangat puas baik dengan soal maupun dengan para penguji.

"Ada 100 soal tes tulis yang diberikan panita, ditambah dengan para penguji yang cukup berkompeten sehingga suasanya memang menegangkan dan menantang," ungkapnya.

Dikatak Nurul' Ala, ada beberapa materi ditanyakan oleh penguji diantaranya, mengenai wawasan kebangsaan seperti Pancasia, UUD 1945, Kenegaraan serta Bhineka Tunggal Ika.

"Materinya cukup menantang apalagi masalah wasasan kebangsaan ditambah denga praktek ibadah, seperti mengaji, khutbah, ceramah dan shalat mayit," demikian kata Nurul. (*)

Komentar

Loading...