Ingat..! Mulai Januari 2020, Berburu Hewan Liar Di Aceh Dihukum Cambuk

Editor : -1.182 views
Ilustrasi. |Foto: LiSTLAND

SEURAMOE BANDA ACEH – Pelaku kejahatan lingkungan dan perburuan satwa liar di Aceh kini terancam dicambuk 100 kali berdasarkan ketentuan dalam Qanun baru yang disahkan akhir pekan lalu.

Qanun cambuk bagi pemburu satwa liar:

  • Qanun Pengelolaan Satwa Liar disahkan 27 September 2019 dan akan berlaku Januari 2020 mendatang
  • Aturan ini melarang warga menangkap, menjerat, memperdagangkan satwa liar dari kawasan hutan di Aceh
  • Pelaku pelanggaran ini akan dikenakan hukuman tambahan berupa cambuk 100 kali atau denda 1000 gram

Berbeda dengan qanun lain yang disahkan oleh parlemen Aceh yang biasanya kerap memicu pro dan kontra, Qanun Pengelolaan Satwa Liar yang disahkan akhir September 2019 lalu ini tampa penolakan dari masyarakat.

“Ini merupakan Qanun paling aspiratif,” kata Nurzahri, mantan Ketua Komisi II DPRA periode lalu sekaligus inisiator Qanun tersebut.

Qanun terdiri dari 42 Pasal ini mengatur pengelolaan satwa liar dan habitatnya di kawasan hutan dan yang berada di wilayah Aceh.

Aturan ini melarang warga menangkap, menjerat, memperdagangkan satwa liar yang dilindungi dari kawasan hutan Aceh baik dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk lain.

Warga juga dilarang melakukan kegiatan yang dapat merusak habitat satwa liar, memasang jerat, meletakan racun hingga mencemari sumber air minum satwa liar.

Pelaku pelanggaran diatas terancam dikenakan hukuman khas Qanun Aceh yakni cambuk sebanyak 100 kali atau denda 1.000 gram emas atau setara Rp 700 juta.

Nurzahri mengatakan cambuk ini adalah hukuman tambahan selain pelaku juga akan dikenakan hukuman pidana nasional dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Kita melihat ini solusi alternatif untuk menciptakan efek jera. Tidak cuma bagi pelaku tapi juga masyarakat.” kata Nurzahri kepada ABC Indonesia.

Nurzahri menambahkan ancaman hukuman cambuk ini juga berlaku bagi pejabat yang lalai mengeluarkan izin atau membiarkan terjadinya kejahatan perburuan satwa liar. (ROL)